Pengalaman Ani
Karya : Dania Salma
Kelas : 5 Al Khawarismi
Pada malam hari, jam 23.00 terdengar suara Kak Ani. ”Aaa..”. Kenapa Ani?” tanya ibu.” Liontin pemberian nenek hilang,” jawabnya sambil terisak-isak.” Memangnya kamu simpan di mana?” kata ibu dengan nada agak sedikit keras. ”Tadi Ani letakkan di meja belajar. Lalu Ani tinggal ke dapur untuk membuat teh. Waktu Ani kembali, liontinnya sudah hilang.” Jelas Ani dengan nada suara yang kecil. ”Kalau begitu dicari besok saja ya!” kata ibu.
Keesokan paginya Ani sangat terkejut ketika mengetahui liontinnya ada di ruangan pos satpam. Dia langsung memanggil ayahnya.
”Ayah liontin Ani sudah ketemu.” teriak Ani. ”Aduh... ada apa sih, An? Ayah kan sedang mencuci mobil,” kata ayah kesal. ”Ini, liontin Ani sudah ketemu.” kata Ani.” tapi ayahnya tidak mau mendengar cerita Ani.
Pak satpam keluarga Ani adalah orang yang dituduh mencuri benda-benda milik warga. Semenjak kejadian itu pak satpam yang akrab di panggil Pak Trisno berjanji tidak mengulang perbuatan itu lagi. Tapi seminggu kemudian ada yang dituduh lagi namanya Pak Krisna. Pak Krisna adalah bekas penjahat.
26 Oktober
”Apa tak ada masalah lagi di keluarga ini?” keluh Ani. ” Ani kamu tidak boleh berkata begitu, karena sekarang ibu sedang menangis di kamar. Ibu menangis di kamar karena cincin pemberian ayah hilang entah di mana,” jelas ayah. ”Maafkan perkataan Ani tadi ya, Ayah?” kata Ani penuh rasa menyesal. ”O, iya jangan lupa bujuk ibu untuk mau keluar kamar ya?” kata ayah. ”Oke deh Yah, tapi kalau aku sudah dapat membujuk ibu aku dapat hadiah ya?” pinta Ani. ”Siap bos!” kata ayah sambil hormat.
”Ibu...ibu... keluar ya! Ani kesepian di luar. Kalau ibu tidak keluar nanti air matanya ibu habis lho..” kata Ani dengan nada memelas. ”Iya Ani, ibu akan segera ke luar. Tapi, Ani harus masuk ke kamar dahulu. Ibu dan ayah punya hadiah istimewa untukmu. ”Wah , indah sekali hadiahnya. Aku tak percaya mendapatkan hadiah yang kuidam-idamkan.” Bagi siapa yang ingin tahu apa hadiahnya, silakan buka kertas di baliknya.
Hadih itu adalah sebuah alfalink, kamus elektronik. Bagi orang kaya hadiah itu adalah hadiah yang biasa, tapi bagi Ani kamus elektronik itu sangat berharga baginya. Ayah dan ibu membeli hadiah itu ketika Ani sedang sekolah. Ibu memberi hadiah itu karena Ani sudah rajin membantu ibu.
”Lho Bu, bagaimana dengan masalah cincin ibu yang hilang?” tanya Ani yang masih mencemaskan keadaan ibu. ”Cincin itu, ibu sudah menemukan penjahatnya kok, tenang saja,’ kata ibu. ”Siapa Bu, pelakunya? Biar Ani pukul saja Bu, supaya jera.” kata Ani ketus. ”Pelakunya adalah...Ayah,” kata ibu dengan senyum manisnya. ”Hah.. Ayah kok mencuri cicin ibu, berarti ayah pencuri dong?” kata Ani penuh curiga. ”Tidak, Ayah itu tidak mencuri cincin ibu. Ayah hanya menjual cincin itu, karena cincin itu sudah berkarat. Sebagai gantinya ayah belikan ibu cincin yang lebih bagus.” Kata ayah sambil menyodorkan cincin yang baru dibelikan ayah. Terima kasih ya, Yah kau adalah suami yang baik.” Kata ibu sembari memakai cincin yang baru.
30 Oktober
”Assalamu’alaikum, Ani.. ayo main yuk.. kita bermain di rumahku ya!” kata Rani salah satu sahabat Ani. ”Waalaikumussalam, iya Ran, tapi main apa? Aku masih sarapan nih!” Kata Ani di sela-sela mengunyah makan paginya. ”Oke, aku tunggu di rumah ya.” kata Rani sambil meninggalkan rumah bertingkat dua itu.
Tak lama kemudian Ani datang sambil membawakan kotak obat. Ani memang disuruh ibunya untuk membawa kotak obat, tapi entah untuk apa.
”Rani, ada apa dengan kaki dan tanganmu itu?” Kata Ani. ”Oh, kakiku habis terkena gigitan ular, tapi tidak apa-apa kok. Kata dokter hanya perlu diberi obat merah dan revanol.” Di dalam hati Ani dia merasa bersyukur memiliki sahabat seperti Rani. ”O ... begitu ya, maksud ibu menyuruh aku membawa kotak obat ini? Memangnya kamu tidak punya obat?” tanya Ani penuh rasa kasihan. ”Iya aku tidak punya obat. Karena letak apoteknya cukup jauh, aku tidak punya mobil atau sepeda ,” kata Rani. ”Ya sudah, aku langsung beri obat ya!”
Seminggu kemudian
Suara itu terdengar jelas di telinga Ani. ”Pengumuman Innalillahi wa innailaihi roji’un, telah meninggal putri dari Bapak Seto yang bernama Marsyila Arina Putri, yang meninggal pada jam 07.00 WIB. Ananda akan dimakamkan pada jam 13.00 sehabis sholat Dzuhur. Demikian pengumuman yang bisa saya sampaikan, wassalamu’alaikum warah matullahi wabarakatuh.” Ani yang sedang mengetik laporannya langsung menangis. Di sela tangisannya dia langsung teringat bahwa dulu Rani pernah bercerita semasa di dalam kandungan, ibunya sering sakit-sakitan. Hal itu menyebabkan bayi yang ada dikandungannya terpengaruh. Sehingga ketika bayi itu lahir daya tahan tubuhnya pun juga akan berkurang. Itulah Rani, mungkin gigitan ular itu cukup berbahaya sehingga berpengaruh terhadap tubuhnya.
Ketika jam 13.00 Ani juga ikut mengantar jenazah ke makamnya diikuti ayah, ibu, dan seluruh warga. Pada saat berdoa, Ani merasa sangat kehilangan seorang yang baik, ramah, sabar, dan selalu memberi jalan keluar baginya ketika ada masalah. Setelah kepergian Rani, Ani sangat kesepian. Ia kehilangan teman yang selalu mengajak bercanda dan membuatnya tersenyum. Kini semua sudah hilang. Ani akhirnya mengerti betapa penting artinya seorang sahabat bagi dirinya.
LINGKUNGANKU
Karya : Kirena Farah A.
Kelas : 4 Andromeda
Lingkunganku,
Kau, sungguh indah bagiku
Kau yang mngindahkan segalanya
Di muka bumi
Lingkunganku, engkau ada berbagai macam
Kau adalah gunung, hutan, dan masih banyak yang lain
Lingkunganku, bagiku kau sangat bermanfaat
Engkau adalah sesuatu yang pantas untuk dijaga
Tuk slama-lamanya
PAHLAWAN
Karya : Rechardin A.
Kelas : 6 Saturnus
Pahlawan
Kau berperang demi rakyat Indonesia
Kau tak takut dengan peluru
Kau melindungi rakyat Indonesia tanpa pamrih
Kau tak memikirkan harta
Kau tak memikirkan anak-anakmu
Yang masih kecil-kecil
Pahlawan jika kau gugur
Kau kan slalu tetap dikenang
Olah rakyat Indonesia
Gugur Bunga Bangsa
Karya : Maulida R.
Kelas : 6 Uranus
Jutaan titik merah telah menyebar
Berjatuhan korban satu demi satu
Sambil berteriak
Merdeka!!
Tiada henti mereka bermimpi
Demi Indonesia
Mereka berkorban
Tanpa keraguan
Dan tak bimbang
Satu demi satu mereka gugur
Tak peduli akan hartanya
Akan jiwanya
Peduli hanya untuk Indonesia
Ingatlah kau pada mereka
Janganlah kau melupakannya
64 tahun telah merdeka
Tiada berguna tiada berarti
Merdeka ini telah kau hancurkan
Dengan sejuta sifat burukmu
Yang menghancurkan persatuan dan kesatuan
Benar-benar tidak berbudi
Mereka…
Pahlawan kita
Telah gugur demi kita
Demi kita yang merdeka
Indonesia telah merdeka
NIKMAT
Karya : Cacha
Kelas : 4 Magellan
Gemercik air hujan
Membuat hatiku bersyukur
Kutunggu selama berhari-hari
Dan akhirnya turun
Terima kasih ya Allah yang telah menurunkan hujan
Yang bermanfaat bagi manusia
Sinar matahari
Kau bersinar terang
Kau bercahaya
Kau berguna sekali bagi kehidupan manusia
Terima kasih ya Allah
Yang telah menciptakan matahari
Tetapi mengapa
Mengapa segolongan manusia yang ada tidak bersyukur
Menebang pohon sembarangan
Membuang sampah sembarangan
Penggunaan rokok di mana-mana
Yang menyebabkan polusi
Semuanya penyebab bumi hancur
Mungkin sekarang tidak
Nanti…
Nanti di masa depan
Jika bumi ini hancur
Di mana tempat tinggal manusia? Di mana?
Tolong! Tolong!
Jagalah lingkungan yang ada di sekitarmu!
-
[color=green]assalamu'alaikum .. ustadz / ustadzah, tolong ya , internet sekolah dibetulkan . karena , waktu pelajaran komputer , sering sekali error . tlg y . makasih . wassalam .
-
|125.164.9.xxx |2010-03-26 13:11:38 Nadya Almaas Lutfiaharda Arief - tolong, ya...Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Ustadz/ustadzah yg saya hormati, saya ingin memberi saran saja.
Tolong di tambah hiasan pada halaman sehingga saya lebih tertarik dan semangat untuk membaca.Terima kasih!!!
)
Wassalamu'alaikum Wr.Wb
-
|125.164.24.xxx |2010-04-02 07:18:35 rizka ameliaAssalamu'alaikum Ustadz/ah....
tolong us, saya ingin galeri fotonya lebih diperbanyak lagi fotonya, terutama foto outbound kelas lima. Dan foto-foto yang menarik di sekitar lingkungan sekolah...
-
|222.124.156.xxx |2010-06-11 02:58:51 primafoto-foto ustadz/ah sd muhammadiyah manyar mana dunk...upload dunk....
Siswa

