Sekitar 6000 pelajar Muhammadiyah dari segala penjuru Kabupaten Gresik pagi-pagi sudah berkumpul tumplek blek di depan SMP Muhammadiyah 12 GKB pada Sabtu (26/12). Mereka semua berjajar rapi sambil menggenggam bendera kecil bergagang plastik yang bertuliskan “Milad Satu Abad Muhammadiyah”. Tak ketinggalan, sekitar lima kelompok drum band mengiringinya. Acara yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Gresik ini dihelat untuk memperingatinya. Dan tentu saja, SD Muhammadiyah Manyar tak mau melewatkan kegiatan spesial ini dengan mengirimkan ‘bala pandawa’ sejumlah 100 siswa yang didampingi 45 guru.
Milad seabad? Betul sekali. Umur seabad Muhammadiyah itulah yang menjadi salah satu alasan pelajar TK hingga SMA, bahkan perguruan tinggi Muhammadiyah bersatu padu. Dengan mengusung tema besar “Gerak Melintasi Zaman, Dakwah, dan Tajdid Menuju Peradaban Utama”, Muhammadiyah memperingatinya dengan perayaan besar, namun tetap sederhana.
Besar, tapi sederhana? Sekali lagi, betul. Ribuan pelajar ini akan melakukan pawai dari SMPM 12 GKB menuju Gedung Dakwah Muhammadiyah, Bunder. Di tempat tujuan itulah telah berkumpul seluruh keluarga besar Muhammadiyah se-Kabupaten Gresik. Dari Aisyiyah, Nasyiatul Aisyiyah, Ikatan Remaja Muhammadiyah (IRM), dan seluruh warga Muhammadiyah di Kabupaten Gresik. Jangan lupa juga, para anggota Hizbul Wathan (HW) dan Komando Keamanan Muhammadiyah (Kokam) telah siap dan sigap mengamankan rangkaian acara ini.
Long march para pelajar ini memang sedikit memacetkan jalan. Puluhan pasukan Kokam dan HW yang dibantu Polres Gresik bahu membahu mengatur lalu lintas. Syukurlah, pawai tersebut aman sepanjang perjalanan. Dalam perjalanan itu pulalah, dengan penuh semangat, seluruh siswa menyanyikan Mars Sang Surya, lagu wajib warga Muhammadiyah dalam gerakan dakwahnya.
Sesampai di Gedung Dakwah Muhammadiyah di bilangan Bunder, kawasan yang penuh dengan gedung-gedung instansi pemerintahan, para peserta pawai bergegas di sekitar panggung. Panggung? Memangnya ada apa lagi. Ya! Panggung itu didirikan tepat di depan Gedung Dakwah yang belum jadi.
Lho? Kok Gedung Dakwahnya belum jadi, tapi sudah digunakan. Itulah uniknya. Lha wong belum jadi saja sudah dimanfaatkan, apalagi bila nantinya telah selesai dan siap dipakai sebagai penunjang utama gerakan dakwah Muhammadiyah di Gresik. Panggung yang berlatar belakang banner raksasa bertuliskan Milad 1 Abad Muhammadiyah ini akan digunakan untuk tabligh akbar. Istimewanya, tabligh akbar itu sendiri akan disampaikan secara langsung oleh Prof. Dr. Din Syamsuddin, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Selain ‘Presiden Muhammadiyah’ itu, hadir pula ‘Gubernur Muhammadiyah Jawa Timur’ alias Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Prof. Dr. Syafiq Mughni. Tak ketinggalan ‘Bupati Muhammadiyah Gresik’, Drs. Muhammad In’am juga turut serta yang duduk tepat di samping Bupati Gresik, K.H. Robbach Maksum. Para petinggi tersebut masing-masing bergiliran memberikan sambutan kepada seluruh warga Muhammadiyah yang hadir.
Tak ketinggalan pula, pertunjukan paduan suara dan musik yang dipentaskan oleh 100 siswa SD Muhammadiyah di tiga kecamatan (Gresik, Kebomas, dan Manyar) juga memeriahkan acara. SD Muhammadiyah Manyar mengutus juga siswa-siswanya terlibat di dalamnya. Dengan alunan suara merdu, gerak tari yang indah, dan musik yang rancak, pertunjukan itu mampu membius seluruh hadirin.
Sebagaimana telah diberitakan oleh harian Jawa Pos (27/12), dalam kesempatan tersebut, Pak Din mengajak masyarakat meneruskan gerakan pembaruan yang dilakukan Pendiri Muhammadiyah K.H. Ahmad Dahlan untuk menata kehidupan bangsa Indonesia agar menjadi lebih baik. Sedangkan, Pak Syafiq mendorong warga Muhammadiyah Gresik untuk berfokus pada pembangunan ekonomi masyarakat. Mengenai Pilbub Gresik 2010, Pak Syafiq berharap agar Bupati Gresik mendatang adalah sosok yang memahami Muhammadiyah. ''Minimal bersimpati kepada Muhammadiyah,'' tuturnya. Sementara itu, Bupati Gresik Robbach Ma'sum berharap terhadap masyarakat, termasuk warga Muhammadiyah, agar teguh membangun persatuan di antara umat. ''Jangan kita mencaci hasil pekerjaan orang lain. Alangkah baiknya kita bisa menghargai hasil kerja orang,'' ujarnya.Semoga dengan semangat yang membara ini mampu menularkan semangat berdakwah pula bagi segenap warga Muhammadiyah di Gresik. Selain itu, hal ini juga sebagai ‘upacara awal’ sebelum Muktamar Muhammadiyah digelar di Yogyakarta pada Juni 2010 nanti. Sekali lagi, Sang Surya telah bersinar…. Mari terus mengajak kepada kebaikan dan mencegah hal-hal yang mungkar. Insya Allah, Islam yang murni akan menjaga kualitas ketakwaan kita kepad Allah swt. Ammiiin… (Bee)


