| TEATER KOMA KUNJUNGI SEKOLAH |
|
|
|
| Wednesday, 30 December 2009 00:37 |
|
Halaman SD Muhammadiyah Manyar kemarin siang (10/11) penuh sesak. Para siswa dan guru antusias dalam menyambut tamu istimewa, Teater Koma. Lengkap dengan personilnya, terutama pentolan Teater Koma N. Riantiarno dan Ratna Riantiarno, istrinya. Dengan sambutan istimewa yang menampilkan tari, paduan suara, dan drama kolosal bertajuk Hari Pahlawan, Mas Nano—sapaan akrab N. Riantiarno—juga terlihat antusias menyaksikannya. Dalam acara memperingati Hari Pahlawan 10 November yang bekerja sama dengan Komunitas Teater Sekolah se-Gresik (Kota Seger), kedatangan Teater Koma sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat Gresik, terutama siswa sekolah. Sebanyak 120 siswa dari berbagai SD, SMP, dan SMA di Gresik juga berkumpul di sana. Setelah itu, diadakan pula sarasehan budaya yang diisi langsung oleh Mas Nano dan segenap awak Teater Koma di aula sekolah. Dialog mengenai proses berkesenian yang selama ini diterapkan Teater Koma menjadi ilmu tambahan bagi para siswa. “Kesenian teater di Gresik ternyata memiliki pondasi kuat justru dari semangat berkarya para pelajar.” ujar Mas Nano. “Hal ini tidak boleh berhenti dan harus dikembangkan. Harus selalu koma, tanpa titik.” tambahnya. Teater Koma, lanjutnya, juga terus berupaya tidak berhenti berkarya dalam proses berkeseniannya selama 33 tahun sejak berdiri. Abizar Pea, pembimbing drama di sekolah itu menyatakan kedatangan Teater Koma kemarin menjadi semangat baru bagi kesenian Gresik. “Melalui sekolah-sekolah yang dibantu Kota Seger, kami terus berupaya untuk selalu memberi wadah kreativitas kepada para siswa.” Teater merupakan wadah yang baik untuk tujuan tersebut. “Manfaat yang paling nampak nantinya adalah tumbuhnya kepekaan sosial, sesuatu yang sulit ditumbuhkan bila daya kreatif siswa mandek.” imbuhnya. (Bee)
|
| Last Updated on Sunday, 14 November 2010 14:23 |







